https://jmesc.bunghatta.ac.id/index.php/home/issue/feedJournal of Marine and Estuarine Science2025-12-11T07:20:54+00:00Dr. Amelia Sriwahyuni Lubis, S.Pi., M.Siamelialubis@bunghatta.ac.idOpen Journal Systems<p><strong><em>Journal of Marine and Estuarine Science</em> (JMESc)</strong> is a scientific journal that focuses on research in the field of marine and estuarine science. JMESc studies related to marine and estuarine ecosystems, including but not limited to marine biology, ecology, oceanography, coastal resource management, marine environmental conservation, and technology and innovation in the fields of aquaculture and fisheries. We welcome original research articles, reviews, and short communications.</p> <p><strong>Focus and Scope: </strong></p> <ul> <li>Aquatic, marine and estuarine ecology</li> <li>Marine biology and conservation</li> <li>Physical, chemical and biological oceanography</li> <li>Marine and coastal resource management</li> <li>Ecosystem rehabilitation and restoration</li> <li>Technology and innovation in fisheries and marine sciences</li> <li>Marine social, economic and policy</li> </ul> <p><strong>Publication Frequency:</strong> Twice a year (<strong>April</strong> and <strong>December</strong>)</p>https://jmesc.bunghatta.ac.id/index.php/home/article/view/37Kelangsungan Hidup Dan Pertumbuhan Larva Ikan Asang (Osteochilus hasselti) Dengan Pemberian Pakan Alami Yang Berbeda2025-12-11T05:14:00+00:00Alwi Ramdhani Kurniaalwikurnia@gmail.comHendra Kusumahendrakusuma@bunghatta.ac.idAzritaazrita@bunghatta.ac.id<p>Salah satu kendala utama dalam budidaya ikan, termasuk ikan asang, adalah rendahnyakelangsungan hidup pada fase larva. Fase larva sangat rentan karena membutuhkan pakan yangtepat dan berkualitas tinggi, baik dari segi jumlah, komposisi nutrisi, tipe, dan bentuk makanan.Pakan alami dengan ukuran yang relatif kecil sangat sesuai dengan bukaan mulut larva ikanasang dan berfungsi sebagai pemasok energi esensial untuk pertumbuhan. Tujuan penelitianini adalah untuk menganalisis kelangsungan hidup dan pertumbuhan larva ikan asang denganpemberian pakan alami yang berbeda. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalahmetode eksprimen dengan Rancangan Acak Lengkap 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan A:Pemberian pakan kuning telur (Kontrol); Perlakuan B: Pemberian pakan alami Artemia sp;Perlakuan C: Pemberian pakan alami Moina sp dan Perlakuan D: Pemberian pakan alamiInfusoria. Parameter pada penelitian adalah tingkat kelangsungan hidup, pertumbuhan panjangmutlak, pertumbuhan berat mutlak, laju pertumbuhan spesifik berat harian. Semua data yangdi peroleh dari hasil penelitian terlebih dahulu dilakukan uji statistik dengan One Way Anovamengunakan SPSS IBM versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pakan alamiyang berbeda memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan panjang mutlak (L),pertumbuhan berat mutlak (W), dan laju pertumbuhan spesifik harian (SGR), sedangkanpemberian pakan alami yang berbeda tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadapkelangsungan hidup (SR) larva ikan asang.</p>2025-12-11T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Journal of Marine and Estuarine Sciencehttps://jmesc.bunghatta.ac.id/index.php/home/article/view/38Tingkat Keramah Lingkungan Alat Tangkap Gillnet di Pasir Jambak Kecamatan Koto Tangah Kota Padang 2025-12-11T05:13:59+00:00Fikri Hakimfikrihakim@gmail.comBukharibukhari@bunghatta.ac.id<p>Untuk mengumpulkan data tentang tingkat keramahan lingkungan alat tangkap gill net permukaan, penelitian ini dilakukan di Pasir Jambak, Kelurahan Pasie Nan Tigo, Kota Padang, dari bulan Juni hingga Agustus 2025. Metode deskriptif jenis survei digunakan pada penelitian ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi tingkat keramahan lingkungan alat tangkap gill net permukaan berdasarkan sembilan kriteria Code of Conduct for Responsible Fisheries (CCRF). peneliti juga akan menyelidiki konstruksi alat tangkap, jenis ikan yang dihasilkan dari tangkapan, panjang, dan tinggi ikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gill net permukaan yang digunakan nelayan terdiri dari badan jaring nylon berukuran 2 inci dengan tali ris atas, tali pelampung, pelampung, pemberat, tali ris bawah, tali pemberat, tali pelampung tanda, dan pelampung tanda. Jenis ikan yang tertangkap meliputi kembung (Rastrelliger sp.), kurisi (Nemipterus sp.), tembang (Sardinella fimbriata), peperek (Leiognothus sp.), barakuda (Sphyraena jello), selar (Selaroides sp.), barakuda ekor kuning (Sphyraena flavicauda), dan gole-gole (Plectorhinchus sp.). Berdasarkan hasil penilaian CCRF, gill net permukaan yang beroperasi di Pasir Jambak termasuk dalam kategori sangat ramah lingkungan dengan nilai 28,8.</p>2025-12-11T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Journal of Marine and Estuarine Sciencehttps://jmesc.bunghatta.ac.id/index.php/home/article/view/39ANALISIS KEBUTUHAN PERBEKALAN MELAUT PADA KAPAL HAND LINE TUNA DI PELABUHAN PERIKANAN SAMUDERA BUNGUS, SUMATERA BARAT 2025-12-11T05:45:09+00:00Nazwa Ashilahnazwaashilah@gmail.comJunaidiJunaidi@bunghatta.ac.id<p>Ketersediaan perbekalan melaut merupakan faktor penting yang menentukan kelancaran operasi kapal hand line tuna, mulai dari bahan bakar hingga kebutuhan logistik awak kapal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis, jumlah, dan biaya perbekalan yang diperlukan pada satu trip penangkapan. Penelitian dilakukan di Pelabuhan Perikanan Samudera Bungus, Kota Padang, Sumatera Barat, pada Juni–Juli 2025 dengan menggunakan data hasil magang November 2024–Januari 2025. Metode yang digunakan adalah total sampling terhadap seluruh kapal hand line yang mendarat pada periode penelitian, melalui observasi, wawancara dengan nahkoda, dan dokumentasi administrasi pelabuhan. Hasil penelitian menunjukkan lima kebutuhan utama, yaitu solar, air bersih, oli mesin, es balok, dan ransum. Jumlah dan biaya perbekalan bervariasi menurut ukuran kapal; kapal berukuran lebih besar memerlukan pasokan lebih banyak. Rata-rata biaya perbekalan per trip tercatat Rp 12.400.000 pada kapal 5–10 GT, Rp 14.719.933 pada kapal 11–20 GT, dan Rp 17.829.933 pada kapal 21–30 GT. Hasil ini menegaskan pentingnya perencanaan dan manajemen perbekalan yang efisien untuk menunjang keberhasilan operasi penangkapan tuna dengan hand line, semakin tinggi GT kapal semakin besar biaya yang dikeluarkan.</p>2025-12-11T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Journal of Marine and Estuarine Sciencehttps://jmesc.bunghatta.ac.id/index.php/home/article/view/40Analisis Tingkat Pemanfaatan Fasilitas dan Permasalahannya Pelabuhan Perikanan Samudera Bungus Provinsi Sumatera Barat 2025-12-11T05:50:51+00:00Mirza Weny Okta PrezziaMirzaPrezzia@gmail.comYuspardiantoYuspardianto@bunghatta.ac.id<p>Penelitian ini dilaksanakan pada Agustus 2025 di Pelabuhan Perikanan Samudera Bungus, Provinsi Sumatra Barat. Tujuan penelitian adalah menganalisis tingkat pemanfaatan fasilitas dan permasalahan yang dihadapi pelabuhan tersebut. Metode yang digunakan berupa deskriptif dengan survei lapangan untuk mencatat ketersediaan fasilitas dan aktivitas di PPS Bungus. Data dikumpulkan melalui observasi primer dan sekunder serta dianalisis menggunakan metode SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threat). Hasil penelitian menunjukkan bahwa PPS Bungus termasuk pelabuhan perikanan tipe A dengan fasilitas pokok (5 macam), fungsional (12 macam), dan penunjang (6 macam). Tingkat pemanfaatan fasilitas tergolong cukup baik, meskipun masih terdapat beberapa kendala yang perlu mendapat perhatian guna optimalisasi pengelolaan pelabuhan.</p>2025-12-11T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Journal of Marine and Estuarine Sciencehttps://jmesc.bunghatta.ac.id/index.php/home/article/view/41KELIMPAHAN DAN KERAGAMAN IKAN KARANG FAMILI ACANTHURIDAE(TAJI-TAJI) DI PERAIRAN KARANG PULAU SIRANDAH, SUMATERA BARAT2025-12-11T05:59:31+00:00Uzair RahmatUzairRahmat@gmail.comHarfiandri Damanhuri2 Damanhuriharfiandridamanhuri@bunghatta.ac.idEni Kamalenikamal@bunghatta.ac.idSuparnosuparno@bunghatta.ac.id<p>Ikan dari famili Acanthuridae (Taji-Taji) merupakan salah satu jenis ikan karang yang berperan penting dalam menjaga ekosistem terumbu karang. Tujuan dari penelitian ini Adalah untuk mengkaji kelimpahan, keanekaragaman dan biomasa ikan karang famili Acanthurisdae di Kawasan Perairan Pulau Sirandah,Sumatera Barat.penelitian ini dilakukan pada bulan juli 2025 di perairan pulau Sirandah, Sumatera Barat. Metode pengambilan data dengan menggunakan Metode Underwater Visual Census (UVC). Hasil penelitian kelimpahan tertinggi di dapatkan pada stasiun Barat Dengan jumlah 311 individu kg /ha Dan yang terendah pada stasiun Timur dengan jumlah 56 individu kg/ha. Keanekaragaman famili Acanthuridae yang tertinggi di dapatkan pada stasiun Utara dan yang terendah pada Stasiun terdapat pada Stasiun Barat Berdasarkan kategori indek Keanekaragaman termasuk dalam kategori tinggi (H’ <3)</p>2025-12-11T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Journal of Marine and Estuarine Sciencehttps://jmesc.bunghatta.ac.id/index.php/home/article/view/42Pemberian Pakan Dengan Sumber Protein Hewani Yang Berbeda Terhadap Kelangsungan Hidup, Pertumbuhan dan Efisiensi Pakan Benih Lobster Air Tawar (Cherax quadricarinatus) 2025-12-11T06:06:10+00:00Oksia Rahma Witri Anasoksiaanas@gmail.comAmelia Sriwahyuni Lubisamelialubis@bunghatta.ac.idHafrijal Syandrihafrijalsyandri@bunghatta.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk menilai pengaruh pemberian pakan dengan variasi sumber protein hewani terhadap kelangsungan hidup, pertumbuhan, dan efisiensi pakan benih lobster air tawar (Cherax quadricarinatus), yang merupakan salah satu komoditas perikanan bernilai ekonomis tinggi. Kegiatan penelitian dilaksanakan selama 45 hari di Laboratorium Terpadu, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Bung Hatta, menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan tiga ulangan. Parameter yang diamati meliputi tingkat kelangsungan hidup, pertambahan bobot mutlak, laju pertumbuhan spesifik bobot dan panjang, rasio konversi pakan, total pakan yang dikonsumsi, konsumsi pakan per individu, koefisien variasi bobot dan panjang, faktor kondisi, serta kualitas air.Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan D, yaitu pakan berbasis tepung usus ayam, memberikan hasil terbaik. Perlakuan ini menghasilkan tingkat kelangsungan hidup tertinggi (93,33 ± 5,77%), pertumbuhan bobot mutlak 1,57 ± 0,13 g, laju pertumbuhan spesifik panjang (1,87 ± 0,02 %/hari), laju pertumbuhan spesifik bobot (5,11 ± 0,03 %/hari), serta rasio konversi pakan terendah (1,01 ± 0,03). Sementara itu, kondisi kualitas air selama penelitian tetap berada pada kisaran optimal untuk pemeliharaan, dengan suhu 25°C, DO 4,5–5,3 mg/L, pH 6,73–6,86, dan kadar amonia 0,04–0,14 mg/L. Dengan demikian, perbedaan performa benih lebih disebabkan oleh kualitas pakan yang diberikan dibandingkan faktor lingkungan.Secara umum, pemanfaatan pakan buatan berbasis usus ayam dapat meningkatkan pertumbuhan, kelangsungan hidup, serta efisiensi pakan benih lobster air tawar. Temuan ini menegaskan bahwa bahan lokal berprotein tinggi seperti usus ayam berpotensi menjadi alternatif pakan yang efektif dan ekonomis bagi budidaya lobster.</p>2025-12-11T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Journal of Marine and Estuarine Sciencehttps://jmesc.bunghatta.ac.id/index.php/home/article/view/43Pengaruh Pemberian Pakan Alami Berbeda Terhadap Kelangsungan Hidup Dan Pertumbuhan Larva Ikan Gabus (Channa striata)2025-12-11T06:12:01+00:00Ivander Jethroivanderjethro@bunghatta.ac.idMas Erizamaseriza@bunghatt.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh penggunaan berbagai jenis pakan alami terhadap sintasan dan pertumbuhan larva ikan gabus (Channa striata). Penelitian dilaksanakan pada Mei–Juni 2025 di Laboratorium Terpadu Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Bung Hatta dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) empat perlakuan tiga ulangan. Perlakuan yang dicobakan meliputi pemberian pakan Tubifex sp., Microworm (Panagrellus redivivus), Grindal worm (Enchytraeus buchholzi), dan kombinasi Microworm dengan Grindal worm. Parameter yang diamati meliputi kelangsungan hidup, pertambahan bobot mutlak, laju pertumbuhan harian, dan pertumbuhan panjang mutlak larva. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan (P<0,05) pada semua parameter akibat perbedaan jenis pakan. Perlakuan dengan Tubifex memberikan performa terbaik, dengan tingkat sintasan 94,67 ± 2,30%, pertambahan bobot mutlak 0,42 ± 0,00 g, laju pertumbuhan harian 5,76 ± 0,02%, dan pertumbuhan panjang 2,41 ± 0,01 cm. Berdasarkan hasil tersebut, Tubifex direkomendasikan sebagai pakan utama pada fase awal pemeliharaan larva ikan gabus untuk meningkatkan kelangsungan hidup dan pertumbuhan optimal.</p>2025-12-11T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Journal of Marine and Estuarine Sciencehttps://jmesc.bunghatta.ac.id/index.php/home/article/view/45PREVALENSI DAN INTENSITAS EKTOPARASIT UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei) DI NAGARI KATAPIANG KECAMATAN BATANG ANAI KABUPATEN PADANG PARIAMAN2025-12-11T06:22:42+00:00Muhammad Ikhsanmuhammadikhsan@gmail.comLisa Deswatilisadeswati@bunghatta.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ektoparasit pada udang vaname (Litopenaeus vannamei). Kajian ini dilakukan pada unit tambak budidaya yang berlokasi di Nagari Katapiang, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, serta menganalisis keterkaitannya dengan kualitas air tambak. Penelitian dilakukan dengan metode survei pada tiga lokasi tambak yang dipilih secara purposive, yaitu Tambak Indah, Tambak Rawa, dan Tambak Donny. Sebanyak 12 ekor udang dijadikan sampel untuk pemeriksaan ektoparasit di laboratorium menggunakan mikroskop cahaya. Parameter yang diamati meliputi jenis ektoparasit, prevalensi, intensitas, dominasi, serta kualitas air (suhu, pH, salinitas, oksigen terlarut, BOD, COD, dan amonia). Hasil penelitian menemukan tiga jenis ektoparasit, yaitu Zoothamnium sp., Vorticella sp., dan Epistylis sp., yang ditemukan pada karapaks, kaki jalan, kaki renang, dan ekor. Tingkat prevalensi serangan tergolong tinggi (75–100%), menunjukkan sebagian besar udang terinfeksi. Intensitas serangan berkisar antara 3,25–40 individu parasit per ekor dengan kategori rendah hingga sedang. Analisis dominasi menunjukkan Vorticella sp. memiliki tingkat dominasi tertinggi (43,4%), diikuti Zoothamnium sp. (41,6%) dan Epistylis sp. (17,1%). Hasil pengukuran kualitas air menunjukkan sebagian besar parameter masih sesuai baku mutu, namun kadar amonia melebihi ambang batas ideal dan nilai pH rendah pada salah satu lokasi. Kondisi ini memperburuk fisiologi udang dan mendukung pertumbuhan ektoparasit. Oleh karena itu, pemantauan kualitas air dan pengendalian ektoparasit secara rutin diperlukan untuk menjaga kesehatan udang dan mencegah penurunan produktivitas tambak.</p>2025-12-11T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Journal of Marine and Estuarine Sciencehttps://jmesc.bunghatta.ac.id/index.php/home/article/view/46PERTUMBUHAN Chlorella pyrenoidosa DENGAN PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR (POC) YANG BERBEDA 2025-12-11T06:29:58+00:00Abel Lerisaabellerisa@gmail.comHusuma Kusumahusumakusuma@bunghatta.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan menganalisi pengaruh pupuk organik cair (POC) terhadap pertumbuhan Chlorella Pyrenoidosa. Penelitian mengunakan rancangan acak lengkap dengan empat perlakuan dan tiga ulangan, yaitu A (kontrol), B (POC limbah nanas dan papaya), C (POC limbah sawi dan kol), dan D (POC limbah nanas, pepaya, sawi, dan kol). Hasil menunjukkan perlakuan B menghasilkan kepadatan tertinggi (9.690±1.371 x10sel/ml) dan laju pertumbuhan harian terbaik (782±232 x10 sel/ml), sedangkan yang terendah pada perlakuan A (kontrol). Kandungan klorofil-a tertinggi diperoleh pada perlakuan D (27,49 sel/ml) dan terendah perlakuan A (14,18 mg/m3). Parameter kualitas air masih sesuai kisaran optimal yaitu suhu 26,2–27 °C, pH 7,45–7,60, DO 5,4–7,6 ppm, amonia 0,20–0,65 ppm, dan nitrat 0,82–0,90 ppm.</p>2025-12-11T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Journal of Marine and Estuarine Sciencehttps://jmesc.bunghatta.ac.id/index.php/home/article/view/47[PENERAPAN SISTEM GOOD MANUFACTURING PRACTICES (GMP) PADA PROSES PEMBEKUAN IKAN KAKATUA (Scarus sp.) DI PELABUHAN PERIKANAN SAMUDERA BUNGUS2025-12-11T06:35:14+00:00Ade Zakia Almunawarahadealmunawarah@gmail.comYusraYusra@bunghatta.ac.id<p>Pelabuhan Perikanan Samudera Bungus (PPSB) merupakan salah satu pusat pendaratan ikan di Sumatera Barat yang memiliki peran penting dalam menjaga mutu hasil tangkapan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji proses pembekuan ikan Kakatua (Scarus sp.) serta mengevaluasi penerapan Good Manufacturing Practices (GMP) di PPSB. Metode penelitian yang digunakan meliputi observasi lapangan, wawancara dengan petugas dan pengguna jasa, serta penyebaran kuesioner, dengan data sekunder diperoleh dari studi pustaka dan laporan resmi. Analisis dilakukan secara deskriptif untuk menilai kesesuaian penerapan GMP pada setiap tahapan pembekuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar proses, mulai dari penerimaan bahan baku, pencucian, sortasi, penimbangan, pembekuan dengan Air Blast Freezer (ABF), hingga penyimpanan di cold storage, telah sesuai dengan standar GMP. Suhu penyimpanan dipertahankan pada kisaran -18°C sampai -20°C, sehingga mampu menjaga kesegaran, tekstur, dan mutu ikan. Namun, kendala masih ditemukan pada pemeliharaan fasilitas rantai dingin serta aspek sanitasi dan kedisiplinan pekerja. Dengan demikian, penerapan GMP di PPSB dapat dikategorikan cukup efektif, tetapi membutuhkan perbaikan berkelanjutan pada manajemen fasilitas dan sistem mutu agar produk perikanan yang dihasilkan lebih aman, berkualitas, dan berdaya saing.</p>2025-12-11T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Journal of Marine and Estuarine Science